
Surat Maryam, surat ke-19 dalam Al-Quran, menempati posisi istimewa di hati umat Muslim, khususnya bagi kaum wanita. Surat Makkiyah ini tidak hanya menyajikan satu-satunya nama wanita yang diabadikan sebagai nama surat, tetapi juga sarat dengan kisah-kisah penuh hikmah, kekuatan doa, dan keajaiban. Banyak umat Muslim mencari tahu keutamaan Surat Maryam karena fadhilahnya yang diyakini sangat erat kaitannya dengan perlindungan, ketenangan batin, dan ikhtiar memperoleh keturunan.
Artikel ini akan mengupas secara mendalam berbagai keistimewaan yang terkandung dalam Surat Maryam, mulai dari kekuatan doa Nabi Zakaria hingga keteguhan hati Sayyidah Maryam.
Kisah di Balik Keistimewaan Surat Maryam
Kekuatan utama Surat Maryam terletak pada narasi yang disajikannya. Surat ini membuka dengan kisah yang sangat menyentuh tentang harapan dan kepasrahan total seorang hamba kepada Rabb-nya.
Teladan Kesabaran dari Nabi Zakaria AS
Bagian awal surat ini langsung membawa kita pada dialog lirih Nabi Zakaria AS. Beliau memohon kepada Allah dalam kesendiriannya, di usia yang sudah senja dan kondisi fisik yang mulai rapuh, sementara istrinya divonis mandul.
Kisah ini memberikan pelajaran (ibrah) bahwa tidak ada kata terlambat untuk berdoa. Keajaiban doa Nabi Zakaria menjadi salah satu landasan utama mengapa surat ini dianggap memiliki fadhilah agung, terutama bagi mereka yang sedang berikhtiar.
Kemuliaan dan Keteguhan Sayyidah Maryam
Tentu saja, inti dari surat ini adalah kisah Sayyidah Maryam. Allah mengabadikan namanya untuk menunjukkan betapa tinggi derajat wanita ini. Ia adalah simbol kesucian (iffah), ketaatan penuh, dan ketabahan luar biasa saat menerima amanah besar (mengandung Nabi Isa AS) tanpa seorang suami.
Kisah perjuangannya saat hamil dan melahirkan menunjukkan betapa Allah tidak pernah meninggalkan hamba-Nya yang taat. Ini menjadi sumber ketenangan dan kekuatan bagi siapa pun yang membacanya, terutama para ibu.
Memahami Keutamaan Surat Maryam dalam Ikhtiar Memiliki Keturunan
Salah satu fadhilah yang paling masyhur dari surat ini adalah sebagai wasilah atau perantara doa untuk memohon keturunan. Keyakinan ini bukan tanpa dasar; ia berpijak langsung pada doa mustajab Nabi Zakaria AS yang diabadikan dalam ayat 4-6.
Bagi pasangan yang sedang berikhtiar, merenungi dan melantunkan doa ini dengan penuh keyakinan adalah wujud meneladani kepasrahan Nabi Zakaria.
Berikut adalah lafal doa lengkap, transliterasi latin, dan terjemahannya:
قَالَ رَبِّ إِنِّي وَهَنَ الْعَظْمُ مِنِّي وَاشْتَعَلَ الرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنْ بِدُعَائِكَ رَبِّ شَقِيًّا (4) وَإِنِّي خِفْتُ الْمَوَالِيَ مِنْ وَرَائِي وَكَانَتِ امْرَأَتِي عَاقِرًا فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آلِ يَعْقُوبَ ۖ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا (6)
Qāla rabbi innī wahanal-‘aẓmu minnī wasyta’alar-ra’su syaibaw wa lam akum bidu’ā’ika rabbi syaqiyyā. Wa innī khiftul-mawāliya miw warā’ī wa kānatimra’atī ‘āqiran fa hab lī mil ladunka waliyyā. Yariṡunī wa yariṡu min āli ya’qụba waj’alhu rabbi raḍiyyā.
Artinya: “Ia (Zakaria) berkata, ‘Ya Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah dipenuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada-Mu, ya Tuhanku. Dan sungguh, aku khawatir terhadap kerabatku sepeninggalku, padahal istriku seorang yang mandul, maka anugerahilah aku seorang putra dari sisi-Mu, yang akan mewarisiku dan mewarisi dari sebagian keluarga Yakub; dan jadikanlah ia, ya Tuhanku, seorang yang diridai.'” (QS. Maryam: 4-6).
Doa ini mengajarkan adab yang luar biasa: pengakuan atas kelemahan diri di hadapan Allah, pujian kepada-Nya, dan penyampaian hajat dengan bahasa yang penuh harap.
BACA JUGA: Kunci Ijabah, Panduan Lengkap Tata Cara Berdoa yang Baik dan Benar
Fadhilah Surat Maryam bagi Ibu Hamil
Selain sebagai doa ikhtiar keturunan, keutamaan Surat Maryam juga sangat diyakini oleh masyarakat sebagai bacaan yang baik untuk ibu hamil. Meskipun tidak ada dalil hadis spesifik yang mengharuskannya, amalan ini didasarkan pada tabarruk (mengambil berkah) dari kisah di dalamnya.
Para ulama dan orang tua sering menganjurkan ibu hamil untuk rutin membaca surat ini dengan harapan:
- Mendapat Kemudahan Persalinan
Ayat 23-26 menceritakan bagaimana Allah memberikan pertolongan langsung kepada Maryam saat merasakan sakit akan melahirkan. Allah memerintahkannya menggoyangkan pohon kurma dan mengalirkan anak sungai di dekatnya. Harapannya, dengan membaca ayat-ayat ini, Allah memberikan kemudahan dan kekuatan serupa saat proses persalinan. - Mendapat Keturunan yang Saleh/Salehah
Dengan merenungi kisah kesucian Maryam dan kenabian Isa AS, para orang tua berharap anak yang dikandungnya kelak memiliki akhlak mulia, taat kepada Allah, dan berbakti seperti teladan dalam surat tersebut. - Memberikan Ketenangan Batin
Masa kehamilan sering kali penuh dengan kekhawatiran. Membaca Surat Maryam, yang penuh dengan kisah pertolongan Allah di saat mustahil, dapat memberikan ketenangan jiwa (sakinah) bagi sang ibu.
Menyempurnakan Ikhtiar Doa dengan Sedekah
Membaca dan mengamalkan Al-Quran, seperti merenungi Surat Maryam, adalah bentuk ibadah vertikal kita kepada Allah SWT. Doa dan ikhtiar yang kita panjatkan akan semakin sempurna jika diiringi dengan ibadah horizontal, yaitu kepedulian terhadap sesama manusia.
Allah menjanjikan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, justru ia membuka pintu-pintu rezeki dan mengabulkan hajat. Sedekah adalah salah satu amalan yang dapat menolak bala dan mempercepat terkabulnya doa.
Bagi Anda yang ingin menyempurnakan ikhtiar, baik dalam memohon keturunan, memohon kemudahan persalinan, atau hajat lainnya, bersedekah adalah jalan yang sangat dianjurkan.
Anda dapat menyalurkan niat baik tersebut melalui lembaga tepercaya yang melanjutkan dakwah dan kepedulian sosial para ulama. Yayasan Syekh Ali Jaber, yang didirikan untuk meneruskan cita-cita mulia almarhum Syekh Ali Jaber, memiliki berbagai program untuk kemaslahatan umat, termasuk pendidikan penghafal Al-Quran dan bantuan sosial.
Dengan menyalurkan sedekah Anda, Anda tidak hanya membantu sesama, tetapi juga turut serta dalam amal jariah yang pahalanya insyaallah akan terus mengalir. Mari lengkapi doa dan harapan kita dengan amalan terbaik di sisi Allah.






