3 Keistimewaan Bulan Safar yang Wajib Kamu Tahu - Yayasan Syekh Ali Jaber

3 Keistimewaan Bulan Safar yang Wajib Kamu Tahu

3 Keistimewaan Bulan Safar yang Wajib Kamu Tahu

Pernahkah kamu merasa was-was ketika bulan Safar tiba? Banyak orang masih membawa anggapan lama bahwa bulan ini penuh sial dan malapetaka — padahal, Islam memandangnya dengan cara yang jauh lebih indah. Keistimewaan bulan Safar justru tersembunyi di balik kesalahpahaman yang sudah berurat berakar selama berabad-abad. Mari kita buka lembaran ilmu bersama dan temukan bagaimana bulan ini bisa menjadi ladang amal yang luar biasa bagi setiap Muslim.

Apa Itu Bulan Safar dalam Kalender Hijriyah?

Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriyah, hadir tepat setelah bulan Muharram. Nama “Safar” dalam bahasa Arab memiliki beberapa makna, di antaranya “kosong” atau “perjalanan” — karena pada zaman jahiliyah, penduduk Arab kerap meninggalkan rumah mereka untuk bepergian di bulan ini.

Tidak ada keutamaan khusus yang menjadikan bulan Safar lebih istimewa dari bulan biasa dalam hal ibadah wajib. Namun, justru di sinilah letak keindahannya: setiap hari di bulan Safar adalah kesempatan emas untuk memperbanyak amal saleh, sebagaimana bulan-bulan lainnya dalam Islam.

Meluruskan Mitos, Benarkah Bulan Safar Bulan Sial?

Asal-Usul Anggapan “Bulan Naas”

Di antara masyarakat, terutama yang bercampur dengan kepercayaan lokal pra-Islam, beredar keyakinan bahwa bulan Safar adalah bulan pembawa sial. Sebagian menyebutnya sebagai waktu yang tidak baik untuk menikah, memulai usaha, atau bepergian jauh.

Namun, Islam dengan tegas menolak keyakinan ini.

Rasulullah ﷺ bersabda:

لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ

“Tidak ada penularan penyakit (dengan sendirinya), tidak ada thiyarah (merasa sial dengan sesuatu), tidak ada hammah (burung hantu pembawa sial), dan tidak ada (kesialan) bulan Safar.”

(HR. Bukhari no. 5707 dan Muslim no. 2220)

Hadits shahih ini adalah jawaban paling tegas dan paling jelas. Rasulullah ﷺ sendiri yang meluruskan: bulan Safar tidak membawa sial. Mempercayai sebaliknya adalah bentuk thiyarah — takhayul yang dilarang dalam Islam.

Thiyarah: Dosa yang Sering Diabaikan

Thiyarah, atau merasa sial karena suatu pertanda, termasuk meyakini kesialan bulan Safar, adalah perbuatan yang dilarang keras. Para ulama menegaskan bahwa thiyarah dapat menjerumuskan seseorang pada kemusyrikan kecil jika ia meyakini bahwa selain Allah-lah yang mendatangkan keburukan.

Seorang Muslim yang beriman kepada qada dan qadar Allah tidak akan gentar dengan pergantian bulan, sebab segala sesuatu — baik dan buruk — hanya datang dari sisi Allah ﷻ.

BACA JUGA: Ketentuan Sedekah Berdasarkan Dalil Al-Quran dan Hadis yang Wajib Diketahui Muslim

Keistimewaan Bulan Safar

1. Bulan Safar adalah Ujian Keimanan

Salah satu keistimewaan bulan Safar yang sering luput dari perhatian adalah ia menjadi ujian seberapa kuat iman kita. Apakah kita masih terpengaruh mitos, atau kita berpegang teguh pada ajaran Al-Quran dan Sunnah?

Allah ﷻ berfirman:

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَن يُؤْمِن بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ

“Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah; barang siapa beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke dalam hatinya.”

(QS. At-Taghabun: 11)

Bulan Safar adalah kesempatan memperbarui tawakal kita. Ketika orang-orang di sekitar kita sibuk was-was, kita justru bisa melangkah maju dengan penuh keyakinan bahwa hanya Allah yang mengatur segala urusan.

2. Momentum Memperbanyak Istighfar dan Doa

Tidak ada larangan beribadah di bulan Safar, dan tidak ada pula pengurangan nilai pahala. Setiap shalat, setiap doa, setiap sedekah di bulan ini bernilai sama mulianya seperti di bulan-bulan lain.

Maka manfaatkan bulan Safar untuk:

  • Memperbanyak istighfar di pagi dan petang hari
  • Membaca doa perlindungan dari segala keburukan: “Bismillahilladzii laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil ardhi wa laa fis samaa’i wa Huwas Samii’ul ‘Aliim”
  • Menjaga shalat berjamaah dan memperkuat ibadah sunnah
  • Bersedekah sebagai perisai dari musibah dan penghapus dosa

3. Bulan untuk Merenungkan Perjalanan Hidup

Makna kata “Safar” yang berarti perjalanan juga bisa kita jadikan pengingat bahwa hidup ini adalah perjalanan menuju Allah ﷻ. Setiap hari yang berlalu adalah satu langkah lebih dekat menuju akhirat.

Bulan Safar menjadi momen yang tepat untuk bertanya pada diri sendiri:

  • Sudah seberapa jauh perjalanan ibadahku?
  • Apa yang sudah aku siapkan untuk bekal akhirat?
  • Sudah berapa banyak amal yang aku tinggalkan untuk orang-orang yang aku cintai?

Amalan Terbaik di Bulan Safar

Rutin Membaca Al-Quran

Almarhum Syekh Ali Jaber rahimahullah selalu menekankan bahwa kecintaan pada Al-Quran adalah kunci keselamatan dunia dan akhirat. Jadikan bulan Safar sebagai titik awal untuk membangun rutinitas tilawah Al-Quran — meski satu halaman per hari, yang penting konsisten dan penuh penghayatan.

Sedekah sebagai Tameng dari Musibah

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sedekah dapat menolak bala (musibah).” (HR. Tirmidzi)

Jika sebagian orang takut pada bulan Safar karena khawatir tertimpa musibah, maka jawabannya bukan dengan menghindari aktivitas — melainkan dengan memperbanyak sedekah. Sedekah adalah tameng paling nyata yang diajarkan Nabi ﷺ.

Di bulan Safar ini, mari jadikan sedekah sebagai amalan harian. Tidak perlu menunggu banyak — bahkan sedekah seribu rupiah pun, jika diniatkan dengan ikhlas, memiliki nilai yang agung di sisi Allah ﷻ.

Menjaga Silaturahmi

Bulan Safar adalah waktu yang tepat untuk mempererat hubungan dengan keluarga dan sesama. Kunjungi orangtua, sapa tetangga, dan jangan biarkan prasangka buruk tentang bulan ini memutus tali silaturahmi yang seharusnya dirawat.

Berdoa Memohon Perlindungan Allah

Tidak ada doa khusus yang shahih untuk bulan Safar secara spesifik. Namun, doa-doa umum memohon perlindungan dari bala dan keburukan sangat dianjurkan sepanjang tahun, termasuk di bulan ini:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit kusta, gila, lepra, dan dari seburuk-buruk penyakit.”

(HR. Abu Dawud, dishahihkan Al-Albani)

BACA JUGA: Taklim Yayasan Syekh Ali Jaber Hadirkan Ustadzah Khairun Nisa, Bahas Muslimah Berdaya Tanpa Kehilangan Jati Diri

Wakaf dan Sedekah: Amal yang Terus Mengalir Melampaui Bulan Safar

Salah satu pesan terkuat dalam dakwah Syekh Ali Jaber adalah bahwa kebaikan tidak boleh berhenti. Bulan boleh berganti, tahun boleh berlalu, namun pahala amal jariyah akan terus mengalir selama ada yang memanfaatkannya.

Wakaf dan sedekah produktif adalah dua amal yang paling dianjurkan untuk itu. Bayangkan: ketika kita menyedekahkan sesuatu untuk pembangunan masjid, percetakan Al-Quran, atau pendidikan anak yatim — pahalanya akan terus tercatat bahkan setelah kita tiada.

Allah ﷻ berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍ

“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji.”

(QS. Al-Baqarah: 261)

Tujuh ratus kali lipat. Itulah janji Allah bagi mereka yang bersedekah di jalan-Nya. Dan kabar baiknya — janji ini berlaku di bulan apa pun, termasuk di bulan Safar.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan (FAQ)

Apakah boleh menikah di bulan Safar?

Ya, boleh. Tidak ada larangan syariat untuk menikah di bulan Safar. Pernikahan yang baik adalah yang memenuhi syarat dan rukun nikah, bukan yang dilangsungkan di bulan tertentu. Anggapan bahwa menikah di bulan Safar membawa sial adalah mitos yang tidak memiliki dasar dalam Islam.

Apakah ada puasa sunnah khusus di bulan Safar?

Tidak ada puasa sunnah yang secara spesifik dikhususkan untuk bulan Safar berdasarkan hadits yang shahih. Namun, puasa sunnah umum seperti puasa Senin-Kamis dan puasa Ayyamul Bidh (13, 14, 15 setiap bulan Hijriyah) tetap sangat dianjurkan.

Mengapa sebagian orang masih percaya bulan Safar itu sial?

Keyakinan ini merupakan warisan budaya pra-Islam yang belum sepenuhnya terkikis. Dengan pendidikan agama yang benar dan pemahaman hadits yang shahih, perlahan keyakinan keliru ini akan tergantikan dengan aqidah yang lurus.

Jadikan Bulan Safar sebagai Awal Kebaikan

Bulan Safar bukan bulan yang perlu ditakuti. Ia adalah bulan seperti bulan-bulan lainnya — penuh dengan kesempatan untuk bertaubat, berdoa, bersedekah, dan mendekatkan diri kepada Allah ﷻ. Justru dengan meluruskan pemahaman tentang keistimewaan bulan Safar, kita telah melakukan satu bentuk dakwah: mengajak saudara-saudara kita kembali kepada Al-Quran dan Sunnah.

Almarhum Syekh Ali Jaber rahimahullah selalu berpesan: “Jangan biarkan hatimu takut kepada selain Allah.” Maka di bulan Safar ini, mari kita buktikan bahwa hati kita hanya bergantung kepada-Nya — dengan memperbanyak doa, menjaga tilawah, dan tidak lupa berbagi kebaikan melalui sedekah.

💚 Yuk, Sedekah Sekarang dan Raih Pahala Berlipat!

Jangan tunda kebaikan. Setiap rupiah yang kamu sedekahkan hari ini adalah investasi abadi untuk akhiratmu.

Salurkan sedekah terbaikmu melalui berbagai program amal di:

🌐 yayasansyekhalijaber.com/sedekah

Di sana, kamu bisa memilih program yang paling dekat di hatimu — mulai dari beasiswa anak yatim, percetakan Al-Quran, pembangunan masjid, hingga wakaf produktif yang pahalanya terus mengalir tanpa henti.

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” — HR. Ahmad & Thabrani

Semoga Allah menerima setiap amal kita, melapangkan rezeki kita, dan menjaga kita serta keluarga kita di bawah lindungan-Nya. Aamiin.

Bagikan :

6282260707044

Kirim Email

Donasi Sekarang